Sabtu, 26 Desember 2009

Tips Optimalisasi Windows XP


Sistem operasi Microsoft Windows XP sudah tertinggal satu generasi, nyaris dua generasi kalau di akhir tahun ini Windows 7 jadi beredar. Akan tetapi, dari sisi jumlah penggunanya, sistem operasi ini masih menjadi mayoritas. Dibandingkan sistem operasi Windows 2000, 98, atau 95, Windows XP juga merupakan sistem operasi yang paling panjang umur. Microsoft juga telah berjanji akan terus memberikan dukungan terhadap XP sampai April 2014.

Kalau pada komputer Anda sistem operasi ini masih bersemayam tetapi performanya kian menurun, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan tanpa perlu memformat hard disk dan install ulang. Tips berikut kami buat agar mudah dilakukan tanpa Anda perlu mengutak-atik registry. PCplus juga tidak menggunakan software apapun—murni hanya melakukan update dan mengubah pengaturan pada opsi yang tersedia. Pertama-tama, mari kita lakukan update.

Windows Update
Windows update merupakan kumpulan dari sejumlah tambalan-tambalan yang dapat mencegah program-program jahat untuk merusak atau memperlambat kinerja sistem. Kalau komputer terhubung ke internet dan Windows menyebutkan bahwa ada update, instalasikan saja semua, jangan hanya yang statusnya critical.

Kalau critical update umumnya lebih berfungsi untuk penambalan celah keamanan, non-critical update biasanya berfungsi penting untuk peningkatan performa, kompatibilitas, dan fitur-fitur yang lebih diperbarui dan pastinya aman untuk diinstall. Proses update Windows bisa berlangsung beberapa kali. Lakukan saja terus sampai disebutkan bahwa tidak ada update lagi yang tersedia.

Windows Update membutuhkan beberapa layanan berikut diaktifkan di Windows XP:
- Automatic Updates diset Automatic.
- Background Intelligent Transfer Service diset Manual atau Automatic.
Bila Anda masih menggunakan Service Pack 2, Service Pack 1, atau Windows XP tanpa service pack, instalasikanlah Service Pack 3. Service Pack 3 merupakan kumpulan update yang mencakup seluruh perbaikan dan update pada service pack sebelumnya. Sangat direkomendasikan bagi Anda untuk mengoptimalkan Windows Anda.

Update DirectX
Microsoft DirectX merupakan sekumpulan application programming interface (API) untuk mengatasi tugas-tugas yang berhubungan dengan multimedia, khususnya game dan video pada platform Microsoft. Sebaiknya, pastikan sistem operasi Anda sudah menggunakan versi terbaru dari DirectX.

Untuk mengetahui versi yang Anda miliki, silakan ketik “dxdiag” pada menu Start > Run dan perhatikan pada tab System di bagian DirectX Version. Setelah diketahui, silakan arahkan browser ke Microsoft Download Center di alamat www.microsoft.com/downloads.

Sekadar informasi, sejak Oktober 2004 sampai Agustus 2007, Microsoft menghadirkan update DirectX sekali dalam dua bulan. Setelah itu update tersedia per kuartal. Versi terbaru DirectX 9 untuk Windows XP adalah versi Maret 2009.

Update Driver
Melakukan update terhadap driver yang digunakan oleh hardware dapat meningkatkan performa sistem dan kompatibilitas aplikasi. Selain itu, driver terbaru juga umumnya menghadirkan sejumlah solusi untuk mengatasi masalah dan optimalisasi sistem.

Sebaiknya, gunakan driver versi resmi yang sudah dirilis, bukan versi beta atau pre-release. Pasalnya, driver versi beta umumnya masih belum sempurna. Untuk melakukan update driver, silakan manfaatkan fitur Windows Driver Guide. Bagi Anda yang menggunakan notebook, sebaiknya gunakan driver terbaru yang tersedia di situs web produsen notebook yang bersangkutan.

Setelah semua driver dan komponen sistem operasi menggunakan update terbaru, waktunya kita melakukan tweaking.

Tips Tweaking Windows XP


Efek Visual
Tampilan default Windows XP memang terlihat cantik, tetapi sebenarnya tampilan tersebut menguras sumber daya sistem dan menurunkan responsivitas komputer. Berikut adalah opsi agar Windows XP tetap cantik tetapi komputer tetap gesit.

Klik Start > Settings > Control Panel > System > Advanced. Di bagian Performance, pilih Settings. Nah, hilangkan tanda centang kecuali pada opsi sebagai berikut:
- Show shadows under menus.
- Show shadows under mouse pointer.
- Show translucent selection rectangle.
- Smooth edges of screen fonts.
- Use drop shadows for icons labels on the desktop.
- Use visual styles on windows and buttons.
Kemudian pilih Apply, lalu klik OK. Kalau masih kurang, hilangkan semua centang kecuali di bagian “Use visual styles on windows and buttons”. Tetapi kalau Anda tidak butuh cantik dan hanya ingin yang gesit, pilih saja opsi Adjust for best performance atau hapus semua centang yang ada.

ClearType
Jika Anda menggunakan layar LCD baik monitor LCD atau notebook, atau Plasma, Anda bisa mendapatkan peningkatan ketajaman teks dengan meng-enable ClearType dibandingkan menggunakan metode penajaman font biasa ataupun anti-aliasing.
Instruksinya adalah lewat menu Start > Settings > Control Panel > Display > Appearance lalu Effects. Beri centang pada “Use the following method to smooth edges of screen fonts”, lalu pilih ClearType.

Page File
Windows XP menggunakan paging file yang diatur oleh sistem. Page file ini merupakan memori cadangan dari RAM tempat sistem operasi menyimpan data sementara. Pada sistem operasi masa kini, termasuk Windows, program aplikasi dan proses sistem menggunakan memori virtual yang dianggap sebagai RAM. Hanya bagian inti dari kernel sistem operasi yang menggunakan memori fisik secara langsung. Artinya, virtual memori atau page file tersebut selalu digunakan, meskipun memori yang dibutuhkan oleh seluruh proses yang sedang berjalan jauh lebih kecil dibandingkan dengan memori utama (RAM) yang tertancap di motherboard.

Secara default, Windows XP akan mengatur secara otomatis besaran page file ke ukuran berikut berdasarkan besaran RAM yang terpasang untuk sistem:

RAM kurang dari 1GB
- Ukuran awal (MB): 1,5 x jumlah RAM yang ada pada sistem.
- Maksimum (MB): 3x jumlah RAM yang terpasang. Sistem operasi 32-bit memiliki batas page file maksimal 4GB.
RAM 1GB atau lebih
- Ukuran awal (MB): 1x jumlah RAM yang ada pada sistem.
- Maksimum (MB): 3x jumlah RAM yang terpasang. Sistem operasi 32-bit memiliki batas page file maksimal 4GB.
Page file tidak akan bertambah besar jika Anda set initial size-nya ke ukuran yang cukup. Menggunakan opsi otomatis untuk page file juga akan menghindari atau meminimalisir munculnya pesan error “Out of Memory” saat menjalankan banyak aplikasi ataupun membuka banyak data.

Memberikan initial size yang terlalu besar juga tidak memberikan dampak negatif pada sistem kecuali pemborosan ruang hard disk jika tidak digunakan, dan tidak ada hubungannya dengan performa. Lalu, bagaimana mengetahui apakah RAM masih cukup atau tidak?

Caranya, gunakan komputer untuk beraktivitas selama beberapa jam tanpa restart. Setelah itu lihat di Task Manager, khususnya pada tab Performance. Jika Commit Charge – Peak lebih besar dibanding Physical Memory – Total, maka sistem Anda membutuhkan RAM tambahan. Tetapi jika Anda menggunakan opsi page file yang besarannya dibuat otomatis oleh sistem, maka Windows XP akan secara otomatis memperbesar page file untuk Anda.

Masalah berikutnya yang muncul adalah, ukuran page file maksimum pada sistem operasi 32-bit adalah 4GB. Bagaimana kalau masih kurang juga? Jika Anda memiliki lebih dari satu hard disk atau partisi di komputer, buat saja page file kedua di hard disk tersebut. Windows menggunakan algoritma internal untuk menentukan page file mana yang digunakan untuk mengatur virtual memori secara optimal.

Menurut Microsoft, solusi optimal adalah membuat satu page file yang disimpan di partisi utama sistem dan membuat satu page file lagi di partisi lain di hard disk atau partisi yang jarang digunakan.

Disable Indexing Service

Indexing Service pada Windows XP melakukan indeks pada file-file Anda untuk mempersingkat waktu saat Anda melakukan pencarian di hard disk. Misalnya, ketika Anda ingin membuka file tertentu atau mencari kalimat yang ada di dalam sebuah file dokumen. Akan tetapi, pengindeksan secara terus-menerus terhadap file di hard disk tentu akan menurunkan performa sistem karena menggunakan ruang page file dalam jumlah yang besar dan juga mengkonsumsi sumber daya prosesor.

Untuk men-disable Indexing Service, buka My Computer, lalu klik kanan pada seluruh hard disk atau partisi yang tidak ingin Anda indeks lagi. Berikutnya, klik Properties lalu hilangkan centang pada “Allow Indexing Service to index this disk for fast file searching” dan klik Apply. Lalu pilih “Apply changes to sub folders and files”. Jika ada file yang tidak bisa di-update, pilih saja “Ignore All”.

Menaikkan Kecepatan Pointer Mouse
Standarnya, Windows mengeset kecepatan pointer mouse pada kecepatan rata-rata. Meski cukup, kadang ini dapat memperlambat waktu ketika kita perlu menggeser kursor ke berbagai area layar. Meningkatkan kecepatan pointer akan membuat Anda bisa lebih cepat klak-klik di komputer secara lebih efisien tanpa perlu banyak menggerakkan tangan.

Cara melakukannya, klik Start > Settings > Control Panel > Mouse. Pada tab Pointer Options, di bagian Motion, geser slider 1 sampai 5 langkah ke arah opsi “Fast”. Lalu beri centang pada “Enhance pointer precision” dan klik OK. Seharusnya, kini Anda dapat menggeser pointer mouse tanpa perlu banyak menggerakkan fisik mouse Anda.

Tidak ada setting yang pasti untuk opsi ini. Berhubung Anda yang menggunakan komputer tersebut, kecepatan pergerakan pointer mouse belum tentu sesuai dengan setting yang digunakan orang lain. Yang jelas, mouse umum yang harganya murah ataupun mouse yang sudah usang memiliki tingkat responsivitas yang terbatas. Kalau menaikkan kecepatan pointer mouse tidak banyak berpengaruh, berarti sudah waktunya ganti mouse.

Menu Startup
Opsi-opsi yang ada pada menu Startup (Start > Run > msconfig) merupakan aplikasi yang akan dijalankan setiap kali Anda menghidupkan komputer dan masuk ke sistem operasi. Semakin banyak centang di sana, maka akan semakin lambat komputer Anda bekerja karena seluruh program tersebut dijalankan—baik secara langsung ataupun berjalan di background.

Sebaiknya hilangkan semua centang yang ada, kecuali software pengaman seperti antivirus, antispyware, firewall, dan lain-lain serta aplikasi yang sangat sering Anda gunakan, misalnya software instant messenger ataupun driver printer.
Selain meningkatkan kecepatan boot, membersihkan centang pada menu Startup ini juga akan meningkatkan performa sistem secara cukup signifikan. Toh kalau ada yang terhapus centangnya dan ternyata Anda butuhkan, Anda bisa beri centang kembali pada opsi yang diinginkan.

Bila pada komputer Anda tersedia lebih dari satu akun pengguna, Anda juga bisa mengatur aplikasi apa saja yang dijalankan pada saat startup user yang berbeda-beda. Caranya adalah dengan memilih User dan akun yang ingin Anda edit. Tetapi tentunya Anda perlu hak administrator untuk dapat melakukan ini.

Disk Defragmenter
Setelah sekian lama digunakan dan membuat atau memindahkan data ke komputer, maka manajemen penempatan data pada hard disk di sistem Anda akan berantakan. Akibatnya, hard disk akan bekerja lebih keras untuk membaca dan menuliskan data ke sistem. Untuk merapikannya, Windows sudah memiliki Disk Defragmenter yang cukup untuk melakukan tugas tersebut.

Cara penggunaannya adalah klik ganda pada My Computer, lalu klik kanan di drive atau partisi yang ingin Anda defrag. Sebagai contoh, setelah klik kanan pada drive C:, klik Properties > Tools, lalu pilih Defragement Now dan Defragment. Cara lain adalah dari menu Start > Run, ketikkan “dfrg.msc”, lalu tekan Enter. Pilih drive yang ingin Anda defrag, lalu klik Defragment.

Berhubung Disk Defragmenter sangat haus akan operasi input-output pada sistem, maka kemungkinan besar Anda akan kerepotan jika melakukan defragmenting sambil bekerja. Sebaiknya lakukan defrag saat komputer akan Anda tinggalkan dalam waktu yang cukup lama, misalnya malam hari sebelum Anda pergi tidur.

Nah, kalau dengan cara ini ternyata masih lambat juga, coba lihat lagi spesifikasi komputer Anda. Apakah sudah memenuhi kebutuhan sistem operasi Windows XP? Jangan-jangan belum. Kalau sudah cukup memenuhi dan langkah-langkah di atas tidak banyak membantu, silakan gunakan cara lain. Misalnya menggunakan software tweaking ataupun format dan install ulang.

Spesifikasi Windows XP
Minimum
- Prosesor 233MHz
- Memori (RAM) 64MB (dengan performa dan fitur yang terbatas)
- 1,5GB ruang hard disk
- Monitor dengan resolusi SVGA (800 x 600)
- CD-ROM atau DVD drive
- Keyboard dan mouse

Rekomendasi
- Prosesor 300MHz
- Memori (RAM) 128MB
- 1,5GB ruang hard disk
- Monitor SVGA 800 x 600 dan kartu VGA dengan memori 8MB
- CD-ROM atau DVD
- Keyboard dan mouse
- Kartu jaringan, kartu suara, dan speaker

Maksimum
- 1 unit prosesor (multi core dan atau mendukung Hyper Threading)
- Memori (RAM) 4GB, dan virtual memori maksimum 4GB
- Partisi FAT16 maksimum 4GB dengan ukuran file maksimum 2GB
- Partisi FAT32 maksimum 2TB dengan ukuran file maskimum 4GB
- Partisi NTFS maksimum 2TB dengan ukuran file maksimum 2TB
- Harddisk 137GB ke atas membutuhkan Service Pack 1 dan BIOS yang mendukung


Jumat, 25 Desember 2009

Tips Selamatkan Data Pada CD Rusak Atau Tergores

Pada masa sekarang ini media penyimpanan data yang paling aman, tahan lama, kapasitas besar dan murah adalah CD (Compact Disc) dan DVD. Dengan harga Drive CD-Writer 52x sudah dibilang relatif murah yang hampir menjadi syarat mutlak bagi kelengkapan sebuah PC.

Dipasaran dijual berbagai macam merk dan bahan CD-R / CD-RW dengan kualitas dan harga yang beragam. Kualitas CD kadang ditentukan oleh harga yang mahal . Walaupun harganya mahal namun bila perlakuan anda terhadap CD tersebut tidak semestinya, tentu hal ini sia - sia.

Terlepas dari hal itu apapun CD yang anda miliki, punya peluang untuk tergores, berjamur, patah, dan lain sebagainya. Sekarang bagaimana bila CD yang kita miliki beserta data, file - file penting di dalamnya tidak dapat dibaca karena tergores, berjamur, dll.

Pada kesempatan kali ini penulis hanya akan mengutamakan trik untuk menyelamatkan data pada CD tergores. Banyak software-software penyelamat data, yang free atau shareware diantaranya seperti CD Check dari http://elpros.si/CDCheck/, Badcopy Pro dari http://www.jufsoft.com, dan CD Data Rescue dari http://www.naltech.com.

Sehebat apapun software tersebut tetap saja tergantung pada kualitas hardware. Hardware yang sangat berperan dalam penyelamatan data pada CD adalah CD-ROM / CD-RW / DVD-ROM Drive. Semakin baik kualitas error corection CD-ROM drive tersebut maka semakin besar peluang terselamatkannya data dari CD.

Di pasaran CD-ROM drive dijual dengan harga yang bervariasi. Biasanya harga tidak pernah menipu, harga yang tinggi memiliki kualitas terbaik dan pilihan serta idaman banyak orang, namun tidak ada salahnya anda menanyakan kepada penjual tersebut atau mencari informasi test beberapa CD-ROM drive dari majalah atau tabloid mengenai komputer, cd-rom mana yang memiliki error correction terbaik itulah yang anda pilih.

Dalam penyelamatan data selain fitur error correction, tips yang dianjurkan oleh penulis CD-ROM tersebut memiliki fitur Multispeed, dengan maksud agar kecepatan maksimal CD-ROM bisa diatur secara manual dengan bantuan software seperti Nero DriveSpeed yang bisa di download secara gratis dari http://www.nero.com atau Http://www.cdspeed2000.com. pengaturan kecepatan maksimal secara manual ini hanya mengoptimalkan kemampuan baca CD-ROM.

Secara default kecepatan CD-ROM akan berkurang secara otomatis ketika membaca data pada cd yang tergores atau yang kurang baik dan akan bertambah setelah goresan tersebut terlewati. Baik tidaknya pengaturan kecepatan otomatis ini tergantung dari firmware CD-ROM tersebut, oleh karena itu update-lah CDROM anda dengan firmware terbaru.

Namun pengalaman penulis, CD-ROM yang memiliki error correction baik dan firmware terbaru kadang masih belum sanggup menangani goresan pada keping CD yang sudah benar-benar cacat akibat goresan, namun dengan menurunkan kecepatan maksimal CD-ROM pada kecepatan terendah (misal 4x atau 8x) hal ini kadang dapat diatasi, karena CDROM tersebut dengan kecapetan konstan tidak otomatis naik turun.

Selain CD-ROM Drive, hardware lain yang berperan adalah kepingan CD itu sendiri. Untuk Mengetahui tidak terbacanya data tersebut akibat kegagalan proses burning atau karena kerusakan fisik, bisa dilihat dari keping CD tersebut apakah ada kotoran / goresan atau tidak, bila tidak ada maka kemungkinan besar akibat kegagalan pada saat burning.

Oleh karena itu setiap anda melakukan burning lebih baik diakhiri dengan verifikasi data (gambar 5) atau dengan software Nero CD Speed (gambar 1), yang juga bisa di download secara gratis dari http://www.nero.com atau http://www.cdspeed2000.com atau keduanya akan terinstall secara otomatis bila anda menginstall software Nero Burning ROM.


Gambar 1

Gambar 5. Hasil Scandisc Sebelum (kiri) dan Sesudah (kanan) dipoles

Sekarang bagaimana menyelamatkan data pada CD yang tergores? Lihat secara fisik keping CD tersebut pastikan tidak ada kotoran pada permukaan bawahnya (bagian sensitif, yang dibaca oleh optik CD-ROM). Bila ada kotoran atau goresan ringan bersihkan dengan cairan pembersih khusus keping CD, yang dijual dipasaran dalam kemasan botol kaleng.

Bila hal ini telah dilakukan dan kotoran serta goresan berkurang atau hilang, maka sudah dipastikan semua data dalam CD tersebut bisa diselamatkan 98%, 1% nya tergantung kualitas penulisan data tersebut ke CD dan 1% lagi kualitas error correction CD-ROM drive.
Gambar 2

Bagaimana bila goresan tersebut masih ada? untuk melakukannya sangat diperlukan keterampilan, ketekunan, pengalaman dan beberapa peralatan serta bahan khusus. Alat tersebut adalah yang biasa dipakai untuk poles mobil, berupa kain poles yang diputar oleh bor. Serta bahan yang dipakai adalah pasta untuk memoles mobil terutama yang baik dalam menghilangkan goresan (scratch) (gambar 2).

Namun jangan khawatir, anda tidak perlu berlatih berbulan – bulan. Anda cukup berlatih dengan mengorbankan 1 CD yang sengaja digores. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan yaitu :
  1. Backup seluruh data dalam CD yang masih terbaca dengan baik ke harddisk sebelum dipoles.
  2. Bersihkan optik CDROM dengan cd dan cairan pembersihnya jika diperlukan.
  3. Saat memoles cd tidak menekan kain poles secara berlebihan.
  4. Hindari memoles pada 1 lokasi, poles seluruh permukaan cd secara merata, agar tidak terbentuk cekungan.
  5. Usahakan permukaan yang dipoles selalu basah oleh bahan poles, lakukan secara intermittent (sebentar-sebentar) dengan maksud bahan tidak menguap karena panas dari gesekan antara kain poles dengan permukaan CD.
  6. Setelah goresan berkurang coba copy data-data yang tidak terbaca tadi ke hardisk.
  7. Setelah semua data-data terselamatkan, cek data-data tersebut dari file corrupt dengan membuka data-data tersebut. Bila OK,segera Backup ke cd yang baru.
  8. CD yang sudah dipoles jangan dibiarkan terlalu lama tidak dibackup, karena permukaan cd semakin tipis dan lebih mudah berjamur, atau bila tergores-gores lagi, kecil kemungkinan data akan terselamatkan.

Selamat Mencoba, Semoga Artikel ini Bisa menjadi salah satu solusi menyelamatkan data

Sabtu, 14 November 2009

…Keamanan Komputer…

Berbicara mengenai keamanan komputer, maka ada tiga komponen utama yang membangunnya, yakni People, Process and Technology (PPT). Proses disini contohnya adalah pembuatan kebijakan keamanan (security policy), guideline atau prosedur keamanan. Teknologi dapat berupa alat bantu (tools) keamanan sebagai implementasi dari kebijakan keamanan yang telah dibuat. Dari kedua komponen di atas, maka Orang bertugas sebagai untuk membuat, mengawasi, memonitor serta mengevaluasi keamanan tersebut.

Jika kita tinjau lebih sempit lagi, banyak perusahaan yang percaya bahwa dengan menggunakan tools seperti Antivirus, Firewall, IDS, IPS, Honeypot, maka perusahaannya telah aman dari berbagai macam ‘gangguan’. Apalagi dengan telah dibuatnya sebuah security policy yang baik. Namun, terkadang banyak (tidak semua) yang mengesampingkan masalah Orang yang dalam hal ini adalah pengguna atau karyawan yang harusnya tunduk dan taat terhadap security policy yang telah dibuat.
Banyak kasus dimana jaringan terkena worm / virus hanya gara-gara karyawan memasukkan flash disk / disket atau CD yang mengandung virus. Dengan ketidaktauannya, maka ancaman tersebut berhasil masuk dan menyebar di jaringan. Terlebih lagi di instansi pemerintahan (BUMN, red tidak semua), sebagian besar pengguna / karyawan tidak paham mengenai dasar-dasar dari keamanan komputer.

Oleh karena itu, yang menjadi fokus kita sebenarnya adalah Orang / people. Seberapa baiknya tools yang dipakai dan kebijakan yang dibuat, tidak ada pengaruhnya jika kita tidak mendidik pengguna. Atas kesenjangan yang terjadi pada pengetahuan pengguna tentang kesadaran akan keamanan komputer, maka hendaknya pihak perusahaan perlu melakukan trainning atau pendidikan terhadap karyawannya akan keamanan komputer.
Rasanya biaya yang timbul akibat pendidikan / pelatihan ini, akan sebanding dengan manfaat yang didapat. Jadi pertanyaannya “Seberapa besar peran manajemen perusahaan dalam mendidik karyawannya agar sadar terhadap keamanan komputer ini?”

Sumber : disadur dari berbagai artikel
Situs Referensi :
1. www.securityfocus.com/
2. www.microsoft.com/security/default.mspx
3. www.securitymagazine.com
4. www.jasakom.com
5. www.echo.or.id
6. www.neoteker.or.id
7. dan lain-lain



Kamis, 12 November 2009

Kejahatan Komputer

PERTENGAHAN tahun 2006 media massa memuat berita tentang perusakan situs parpol besar di Indonesia. Berita tersebut cukup menyita perhatian pers. Media massa juga mengungkapkan Polri berhasil menangkap perusak situs parpol tersebut. Kejadian itu bukan merupakan kejadian pertama. Sebelumnya Polri berhasil menangkap perusak situs KPU pada saat penghitungan hasil pemilu.

Sejak mulai ramai penggunaan internet di Indonesia, pada saat itu pula mulai merebak kejahatan komputer di internet atau yang lebih dikenal dengan istilah Cyber Crime. Kejahatan pertama yang berhasil diungkap adalah penggunaan kartu kredit orang lain untuk digunakan bertransaksi di internet. Kejahatan dengan menggunakan kartu kredit orang lain memang mudah dilakukan. Cukup mengetahui nama pemegang kartu, nomor kartu, dan tanggal kadaluwarsa. Selanjutnya tinggal pakai untuk transaksi.

Pertanyaan yang muncul dari tertangkapnya pelaku cyber crime di atas adalah pelanggaran apa yang dikenakan? Mereka dijerat dengan tuduhan penipuan atau perusakan milik pemerintah. Dengan kata lain, sanksi konvensional karena Indonesia sampai saat ini belum memiliki undang-undang yang jelas tentang kejahatan komputer ini. Hal berbeda dengan negara-negara lain yang menganggap kejahatan komputer ini merupakan kejahatan yang serius.

Amerika Serikat memiliki Computer Fraud and Abuse Act 1986 yang merupakan peraturan kriminalitas komputer yang mencakup tindakan-tindakan seperti akses data ke komputer lembaga keuangan, pemerintah atau dengan negara lain dalam urusan komersial yang tidak sah. Penerobosan password juga dilarang. Tindakan kejahatan ditentukan dengan adanya kerusakan $1000 atau lebih pada perangkat lunak, pencurian barang, jasa atau uang atau akses tidak sah ke komputer medis tertentu. Denda berkisar $250.000 atau dua kali nilai data yang dicuri dan pelanggar mendapat hukuman 1 sampai 5 tahun penjara.

Contoh negara lainnya adalah Kanada, salah satu pasal kejahatan komputer adalah Criminal code 301.2(1) : “penggunaan komputer secara tidak sah dikenakan hukuman sampai 10 tahun untuk penggelapan penggunaan komputer atau intersepsi terhadap fungsi komputer.” (George Bodnar, Accounting Information System: 1995).

Pengertian Kejahatan Komputer
Sebenarnya definisi untuk kejahatan komputer di Indonesia ini sudah tepat. Dalam satu kesempatan penulis sempat berbincang-bincang dengan unit reserse yang menangani kejahatan komputer. Definisinya adalah kejahatan komputer dan kejahatan yang berkaitan dengan komputer. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Thomas Porter dalam bukunya “EDP Control and Auditing” yakni computer abuse (penyalahgunaan komputer), computer crime (kejahatan komputer) dan computer relater crime (kejahatan yang berhubungan dengan komputer).

Computer abuse merupakan tindakan sengaja dengan melibatkan komputer dimana satu pelaku kejahatan atau lebih dapat memperoleh keuntungan atau korban ( satu atau lebih ) dapat menderita kerugian. Computer crime merupakan tindakan melanggar hukum di mana pengetahuan tentang komputer sangat penting agar pelaksanaannya berjalan dengan baik. Computer related crime adalah kejahatan yang berkaitan dengan komputer tidak terbatas pada kejahatan bisnis, kerah putih atau ekonomi. Kejahatan itu mencakup kejahatan yang menghancurkan komputer atau isinya atau membahayakan kehidupan dan kesejahteraan manusia karena semua tergantung apakah komputer dapat bekerja dengan benar atau tidak.

Metode Kejahatan Komputer
Banyak metode yang digunakan untuk melakukan kejahatan komputer. Metode-metode itu antara lain penipuan data, trojan horse, teknik salami, logic bomb dan kebocoran data. Penipuan data merupakan metode yang paling sederhana, aman dan lazim digunakan. Metode ini menyangkut pengubahan data sebelum atau selama proses pemasukan ke komputer.

Perubahan ini dapat dilakukan oleh seseorang yang berkepentingan atau memiliki akses ke proses komputer. Kasus yang pernah terungkap yang menggunakan metode ini adalah pada salah satu perusahaan kereta api di Amerika. Petugas pencatat gaji menginput waktu lembur pegawai lain dengan menggunakan nomer karyawannya. Akibatnya penghasilannya meningkat ribuan dollar dalam setahun.

Trojan horse merupakan penempatan kode program secara tersembunyi pada suatu program komputer. Metode ini paling lazim digunakan untuk sabotase. Trojan horse yang terkenal yaitu program macintosh yang disebut sexy lady. Program ini pada layar komputer menampilkan gambar-gambar erotis. Sepertinya tidak berbahaya. Namun, pada kenyataannya program tersebut merusak data pada komputer. Serupa dengan trojan horse adalah program virus.

Teknik Salami merupakan metode pengambilan sebagian kecil tanpa terlihat secara keseluruhan. Sebagai contoh adalah sistem tabungan di bank untuk mengurangi secara acak beberapa ratus rekening sejumlah 25 rupiah kemudian mentransfernya secara sah melalui metode normal. Biasanya metode ini diterapkan untuk perhitungan bunga dengan cara pembulatan ke bawah. Misalnya nilai bunga 175 rupiah akan dicatat 150 rupiah. Selisih 25 rupiah inilah yang akan ditransfer ke rekening tertentu. Kecil memang tetapi bila jumlah rekening banyak dan dilakukan beberapa tahun nilainya akan besar.

Logic bomb merupakan program komputer untuk diaktifkan pada waktu tertentu. Logic bomb merupakan metode tertua yang digunakan untuk tujuan sabotase. Contoh kasus logic bomb ini adalah seperti yang dilakukan oleh Donald Burleson seorang programmer perusahaan asuransi di Amerika. Ia dipecat karena melakukan tindakan menyimpang. Dua hari kemudian sebuah logic bomb bekerja secara otomatis mengakibatkan kira-kira 160.000 catatan penting yang terdapat pada komputer perusahaan terhapus.

Kebocoran data merupakan metode pencurian atau pengambilan data secara tidak sah. Teknik yang digunakan mulai dari yang sederhana seperti mengambil data dengan media penyimpanan atau dengan teknik khusus seperti mencari kelemahan dalam sistem keamanan komputer baru mengambil data yang diperlukan. Sebenarnya masih banyak metode-metode kejahatan komputer yang lebih canggih. Metode-metode di atas adalah gambaran sebagian metode yang cukup sering digunakan.

Saran
Kasus kejahatan komputer yang berhasil diungkap oleh Polri ibarat puncak gunung es. Yang belum berhasil diungkap sebenarnya jauh lebih banyak. Ada beberapa perusahaan yang enggan untuk mengungkapkan telah terjadi tindak kejahatan komputer yang menimpanya. Hal ini dilakukan dengan alasan nama baik perusahaan. Konon, sebuah bank ternama fasilitas internet banking-nya pernah dirusak hacker. Bank tersebut tidak mengakui fasilitas internet banking-nya dirusak hacker. Hanya saja fasilitas itu ditutup beberapa waktu.

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi akan semakin banyak kejahatan di bidang ini. Akan semakin banyak pula orang yang memanfaatkan kelemahan di bidang komputer baik terhadap perorangan maupun institusi. Untuk mengatasi hal ini yang utama tentu saja kesungguhan pemerintah dan DPR untuk membuat undang-undang tentang kejahatan komputer ini.

Bagi yang sering bertransaksi di internet dengan kartu kredit Anda tetap harus berhati-hati. Data kartu Anda bahkan password-nya dapat dibongkar oleh seseorang. Pastikan web site yang akan Anda pakai aman untuk bertransaksi. Untuk memasuki situs yang akan dipakai bertransaksi sebaiknya mengetik nama situs tersebut daripada menggunakan link pada situs lain. Perhatikan pula nama situsnya. Hacker sering mengecoh dengan membuat situs dengan nama mirip. Misalnya membuat situs “www.citibank-online.com” padahal situs aslinya “citibank.co.id”. Situs yang aman terdapat gambar gembok terkunci di bagian bawah window.

Bagi unit bisnis tentu saja harus merancang sistem keamanan komputer yang memadai. Sistem ini meliputi rencana pengendalian, organisasi dan anggaran sistem keamanan komputer.

Terakhir, tetapi tidak kurang pentingnya, tersedianya penegak hukum sebanyak-banyaknya yang memahami kejahatan komputer dan teknologi komputer


PULANG KAMPUNG

Sudah tujuh tahun aku tidak pulang, Aku rindu kampung halaman, mencium lagi semerbaknya bunga hutan, melihat rimbunnya semak di belakang rumah, ramainya kicau burung liar setiap bangun pagi, semuanya membangkitkan ingatanku kembali. Di belakang rumah panggung yang menjadi cirri khas rumah Kalimantan ada anak sungai yang mengalir deras dan dingin. Warna air kali kecil ini berwarna oranye kecoklatan seperti air teh. Hal ini terjadi karena pengaruh endapan serasah dan akar kayu-kayu hutan tropis di sebellah hulu sana.

Ketika musim hujan tiba, anak sungai ini meluap deras. Bersama teman-teman lain aku bersenang-senang menikmati alam: terjun bebas dari tebing pasir terjal menyebur ke sungai yang dalam. Lalu dengan sepotong papan, kami menghanyutkan diri, menggiring arus yang deras kearah hilir sungai. Hiruk pikuk bersama lima atau enam rombongan anak-anak membiarkan arus membawa kami beriringan (konvoi) sehingga berkilo-kilo jaraknya. Kami mandi mengobok-obok air.

Rombongan ini jadi mirip berang-berang, dengan badan mengkilap dan mata merah bertengah-tengah hari, berenang hilir mudik. Permainan itu terkadang bubar begitu saja tanpa membilas diri dengan sabun. Suatu waktu permainan dapat juga terganggu dan kocar-kacir karena kami melihat ular lombok menyebrang di tengah-tengah rombongan renang. Kami lari ketakutan kalau-kalau ular itu berbalik menyerang.

Setelah mandi karena di seberang sungai masih hutan lebat terkadang sekawan Lutung merah (Hilobatus klosii) terlihat bertongkrongan diatas pepohonan dengan jarak 200 hingga 300 meter di depan kami. Karena mitos yang beredar dikalangan bocah--anak-anak-- Kalimantan, makhluk ini sangat tidak senang menggoda anak yang menggunakan pakaian mirip mereka. Tiba tiba Ijul –dalah seorang teman kami berteriak-teriak “Oii….kelasii ini nah si Abui, pakai baju bawarna merah…!”*) anak-anak itu berteriak sekuatnya dengan akrab, menyapa monyet-monyet yang ternyata di lindungi itu.

Setelah itu aku melihat jerat burung terkukur, kalau-kalau jebakan yang kami pasang kemaren telah kena di masuki oleh burung. Jerat-jerat ituu kami letakkan di tengah kebun atau pinggiran sungai yang berpasir. Kalau hujan telah usai biasanya jenis-jenis burung ini sering turun ketanah untuk mendapatkan makanan. Jebakan yangn kami buat untuk makhluk bersayap itu sangat sederhana, terbuat dari kayu dan tali dengan jerat dan sebilah tonggak lurus yang di lenturkan.

Lalu dalam lingkaran tali jerat tersebut ditabur padi atau beras di tengah-tengahnya. Setelah itu kami membuat kamuflase disekitar jebakan itu sedemikian rapi dengan dedaunan hingga mirip jebakan ala Mc Giver. Bila burung mendarat, karena melihat makanan dan menginjak jerat itu maka kayu terlentur setengah lingkaran tadi akan bergerak sontak dan menjerat kaki burung.

Pulang melongok jerat dengan pakaian seadanya biasanya kami melewati rumah bibi yang menanam buah-buahan seperti kedondong, jambu dan mangga. Tanpa permisi seperti kebiasaan nakalnya anak-anak memanjat pohon-pohon itu diam-diam atau menyasar buah-buah itu dengan ketepel. Tentu saja acara itu bisa bubar ketika bibi yang ada di rumahnya dikagetkan oleh hiruk pikuk anak-anak atau peluru ketapel yang jatuh diatas genting rumah, menyebabkan saudara ibu kandung ini mengomel.
***
Pulang kampung. Tempat-tempat bermain masa kecil itu sudah hilang. Ladang dibelakang rumah dan hutannya sudah tidak ada lagi. Lahan itu kini sudah di tumbuhi rumah penduduk. Kantor kelurahan lama yang tadinya terletak di kawasan pasar, kini di pindahkan tidak jauh dari belakang rumah kami. “Ini adalah merupakan kantor kelurahan baru yang dipindahkan untuk mengantisipasi keseimbangan pertumbuhan perumahan dan penduduk,” kata Pak Lurah berteori. Sungai pun terlihat tidak berair lagi, karena hutan sumber air telah dibabat habis di sebelah hulu sana.

Sepuluh tahun yang lalu, lebih kurang sepuluh kilometer dari rumah kami biasa kutemukan sumber air yang masih sangat asli di pinggir hutan. Anak sungai ini memang dangkal, namun merupakan anak sungai kecil selebar 3 meter yang berasal dari bawah hutan. Air yang keluar dari hutan ini bermuara pada anak sungai yang biasa kami pakai untuk mandi. Maka air yang keluar langsung dari arah hutan tersebut sangat dingin layaknya keluar dari dalam kulkas sedangkan yang berada di muaranya sungai agak lebar mengalir hangat. Kami menyebut lokasi itu dengan sungai Asap, karena sungai itu dingin dan terkadang berembun seperti asap.

Beberapa meter dari lokasi sungai tersebut, terdapat rumah terbuat dari kayu ulin tempat meletakkan hasil sadapan karet. Kini rumah itupun sudah roboh. Kolam ikan dengan penghuni berjenis-jenis ikan liar yang terletak di samping bangunan itupun telah hilang teruruk. Hanya tinggal kenangan. Begitupun monyet merah yang suka menakut-nakuti anak-anak waktu kami masih kecil kini tidak pernah tampil di pohon-pohon itu lagi. Mereka pergi untuk selamanya sejalan dengan penggusuran habitat mereka. Sekeliling rumah kami sudah tidak ada lagi hutan tempat mereka menggantungkan hidup mencari buah-buahan dan dedaunan yang layak di santap.

Aku coba memandang lurus ke arah jalan yang dulu penuh rumput dan semak. Kutatap sebuah bukit kecil yang jaraknya hanya dua setengah kilo. Dulu jalan ini penuh semak, licin berlumpur dengan tanah merah ketika hujan. Kini jalan itu sudah beraspal licin. Semakpun tidak pernah muncul lagi.
Dari sekian kenangan yang masih utuh hanya beberapa pohon rambutan yang masih tumbuh dibelakang rumah kami. Ada lagi, langit biru kampungku yang masih belum lagi tercemar. Elang Bondol yang masih suka meliuk-liuk di udara melakukan manuver-manuver melihat-lihat anak ayam kampung yang lengah untuk di sambar tiba-tiba, masih kujumpai ketika aku pulang kemaren.***

*) hei lutung ini nih Abui (nama orang) pakai baju warna merah mirip kamu.


Minggu, 25 Oktober 2009

Resensi Buku



MUDAH BELAJAR JAVA +CD
ISBN 979-1153-08-9
Pengarang BUDI RAHARJO / IMAM HERYANTO / ARIF HARYONO
Penerbit INFORMATIKA
Terbitan 02 Juli 2007
Kategori Language Programming Visual
Ukuran 21 x 14 cm (Standar)
Status lama
Harga Rp. 60,000


Java merupakan bahasa pemrograman yang saat ini sedang “naik daun” dan banyak digunakan oleh para programmer dan software developer untuk mengembangkan berbagai tipe aplikasi, mulai dari aplikasi console, aplikasi desktop, applet (aplikasi yang berjalan di lingkungan web browser), sampai ke aplikasi-aplikasi yang berskala enterprise. Untuk memenuhi kebutuhan tipe aplikasi yang beragam tersebut, Java dikategorikan menjadi tiga edisi, yaitu: J2SE (Java 2 Platform, Standard Edition) – untuk pembuatan aplikasi-aplikasi desktop dan applet, J2EE (Java 2 Platform, Enterprise Edition) – untuk pembuatan aplikasi-aplikasi multi-tier berskala enterprise, dan J2ME (Java 2 Platform, Micro Edition) – untuk pembuatan aplikasi-aplikasi yang dapat dijalankan di lingkungan perangkat-perangkat mikro seperti handphone dan PDA

Buku ini akan membahas semua teknik pemrograman di dalam J2SE, yang merupakan “core” atau inti dari pemrograman Java. Melalui buku ini, Anda akan diajak untuk mengenal, memahami, mempraktekkan, dan mampu mengimplementasikan konsep-konsep yang diperlukan dalam pemrograman Java. Pembahasan dalam buku ini akan dimulai dari yang paling sederhana, yaitu dengan penguasaan elemen-elemen dasar program seperti: arsitektur program di dalam Java beserta dengan teknik pembuatan dan kompilasinya, tipe data, operator, struktur kontrol, dan sebagainya. Selanjutnya, Anda akan diajak untuk bereksplorasi tentang fitur-fitur yang mendukung konsep pemrograman berorientasi objek di dalam Java. Terakhir, Anda akan dikenalkan dengan teknik-teknik pemrograman tingkat lanjut, termasuk cara-cara pembuatan aplikasi visual (aplikasi berbasis GUI – Graphical User Interface) di dalam Java.

Buku ini cocok untuk siapa saja yang berminat mempelajari dan mengimplementasikan semua konsep pemrograman Java secara mudah dan cepat. Semua materi dalam buku ini disuguhkan dalam “logat” tutorial dan langsung disertai dengan contoh program sehingga akan mudah untuk dipahami. Tujuan akhir dari buku ini adalah mengantarkan, menuntun, dan memandu Anda untuk menjadi seorang programmer Java.

Untuk memudahkan Anda dalam mempelajari semua materi yang disampaikan, buku ini juga disertai dengan CD pendukung yang berisi kode sumber (source code) dari contoh-contoh program yang ada dan software-software yang dibutuhkan sehingga Anda tidak perlu repot untuk mencari maupun men-download-nya dari internet.

Adapun isi CD pendukung yang terdapat dalam buku ini adalah sebagai berikut:

  • Kode sumber (source code)
  • Software Java 2 SDK, Standard Edition
  • Software Java IDE (Integrated Development Environment)
    • JCreator
    • Eclipse
    • NetBeans

Daftar Isi


Kata Pengantar iii
Daftar Isi v


Bab 1. Pengenalan Java 1
1.1 Program di dalam Java: Bytecode 2
1.2 Perbedaan Pemrograman Prosedural dan Pemrograman Berorientasi Objek 4
1.3 Software Apa yang Dibutuhkan? 6
1.4 Instalasi Software Java 2 SDK, Standard Edition 7
1.5 Setting CLASSPATH 11
1.6 Membuat Program “Hello World” 12
1.7 Melakukan Kompilasi dan Eksekusi Program 16
1.8 Java IDE: JCreator, Eclipse, dan NetBeans 18
1.8.1 Menggunakan JCreator 18
1.8.2 Menggunakan Eclipse 23
1.8.3 Menggunakan NetBeans 27
1.9 Elemen-elemen Dasar dalam Bahasa Java 29
1.9.1 Komentar Program 30
1.9.2 Blok Program 31
1.9.3 Separator 32
1.9.4 Kata Kunci 34
1.10 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek 35
1.10.1 Abstraksi 35
1.10.2 Pembungkusan 36
1.10.2.1 Tingkat Akses private 36
1.10.2.2 Tingkat Akses protected 37
1.10.2.3 Tingkat Akses public 37
1.10.3 Pewarisan 37
1.10.4 Polimorfisme 38

Bab 2. Tipe Data, Variabel, dan Array 39
2.1 Pengelompokkan Tipe Data dalam Java 39
2.1.1 Tipe Integer (Bilangan Bulat) 41
2.1.1.1 Tipe byte 41
2.1.1.2 Tipe short 42
2.1.1.3 Tipe int 42
2.1.1.4 Tipe long 43
2.1.2 Tipe Floating-Point (Bilangan Riil) 43
2.1.2.1 Tipe float 44
2.1.2.2 Tipe double 44
2.1.3 Tipe Karakter 45
2.1.4 Tipe Boolean 48
2.2 Variabel 51
2.2.1 Mendeklarasikan Variabel 51
2.2.2 Inisialisasi Variabel 53
2.2.3 Lingkup dan Daur Hidup Variabel 54
2.3. Typecasting 54
2.3.1 Konversi Otomatis dalam Java 55
2.3.2 Konversi Tipe Data yang Tidak Kompatibel 55
2.4 Promosi Tipe Data di dalam Ekspresi 58
2.4.1 Batasan Promosi Tipe Data 59
2.5 Array 59
2.5.1 Array Satu-Dimensi 60
2.5.2 Array Multi-Dimensi 63
2.6 Pengenalan Tipe String di dalam Java 65
2.7 Java dan Pointer (Bagi Programmer C/C++) 66

Bab 3. Operator 67
3.1 Operator Aritmetika 67
3.1.1 Operator-operator Aritmetika Dasar 69
3.1.2 Operator Modulus (Sisa Bagi) 70
3.1.3 Operator Increment dan Decrement 72
3.2 Operator Relasional 74
3.3 Operator Logika 76
3.4 Operator Bitwise 78
3.4.1 Operator Bitwise AND 79
3.4.2 Operator Bitwise OR 79
3.4.3 Operator Bitwise XOR 80
3.4.4 Operator Bitwise NOT 80
3.4.5 Operator Shift Right 80
3.4.6 Operator Shift Right Zero Fill 81
3.4.7 Operator Shift Left 81
3.5 Operator ?: 82
3.6 Prioritas pada Operator 83
3.7 Penggunaan Tanda Kurung dalam Ekspresi 84

Bab 4. Statemen Kontrol 85
4.1 Pemilihan 86
4.1.1 Statemen if 86
4.1.1.1 Satu Kondisi 87
4.1.1.2 Dua Kondisi 89
4.1.1.3 Tiga Kondisi atau Lebih 92
4.1.2 Statemen switch 96
4.2 Pengulangan 102
4.2.1 Struktur for 103
4.2.1.1 Penggunaan Koma dalam Struktur for 106
4.2.1.2 Beberapa Variasi dalam Struktur for 107
4.2.2 Struktur while 110
4.2.3 Struktur do-while 113
4.2.4 Pengulangan Bersarang 116
4.3 Statemen Peloncatan 118
4.3.1 Menggunakan break 118
4.3.1.1 Menggunakan break untuk Menghentikan Proses Pengulangan 118
4.3.1.2 Menggunakan break untuk Keluar dari Blok Label 121
4.3.2 Menggunakan continue 122
4.3.3 Menggunakan return 123

Bab 5. Kelas dan Objek (Bagian 1) 125
5.1 Apa Itu Kelas? 126
5.1.1 Mendefinisikan Kelas 127
5.1.2 Contoh Kelas Sederhana 128
5.2 Mendeklarasikan Objek 131
5.3 Mengisi Nilai pada Referensi Objek 133
5.4 Apa Itu Method? 137
5.4.1 Mendefinisikan Method 138
5.4.2 Pengembalian Nilai di dalam Method 140
5.4.3 Method Berparameter 142
5.5 Constructor 145
5.6 Kata Kunci this 147
5.7 Mengenal Garbage Collection di dalam Java 149
5.8 Method finalize() 150

Bab 6. Kelas dan Objek (Bagian 2) 151
6.1 Melakukan Overload terhadap Method 151
6.1.1 Overload pada Constructor 155
6.2 Objek sebagai Parameter 159
6.3 Melewatkan Argumen di dalam Java 162
6.4 Objek sebagai Nilai Kembalian 167
6.5 Rekursi 168
6.5.1 Menentukan Nilai Faktorial 169
6.5.2 Menentukan Nilai Perpangkatan 171
6.5.3 Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner 173
6.5.4 Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Heksadesimal 175
6.6 Menentukan Tingkat Akses Data dan Method 177
6.7 Mengenal Kata Kunci static 180
6.8 Mengenal Kata Kunci final 184
6.9 Mendefinisikan Kelas di dalam Kelas (Inner Class) 186

Bab 7. Pewarisan Sifat Objek 189
7.1 Dasar Pewarisan: Superclass dan Subclass 189
7.2 Membuat Kelas Turunan (Subclass) 191
7.3 Tingkat Akses protected 194
7.4 Menggunakan Kata Kunci super 198
7.4.1 Menggunakan super untuk Memanggil Constructor Kelas Induk 199
7.4.2 Menggunakan super untuk Mengakses Anggota Kelas Induk 202
7.5 Java Tidak Mendukung Multiple-Inheritance 204
7.6 Constructor pada Proses Penurunan Kelas 208
7.7 Melakukan Override terhadap Method 210
7.8 Perbedaan Override dengan Overload 213
7.9 Polimorfisme 214
7.10 Kelas Abstrak 219
7.11 Kata Kunci final pada Proses Pewarisan 225
7.11.1 Mencegah Method dari Proses Override 225
7.11.2 Menjadikan Kelas Tidak Dapat Diturunkan Lagi 226

Bab 8. Paket dan Interface 227
8.1 Apa Itu Paket? 228
8.2 Membuat Paket 228
8.3 Mengimpor Paket yang Telah Dibuat ke dalam Program 231
8.4 Paket di dalam Paket 232
8.5 Peranan Tingkat Akses di dalam Paket 233
8.6 Apa Itu Interface 234
8.7 Membuat Interface 235
8.8 Menggunakan Interface 236
8.9 Membuat Referensi ke Tipe Interface 240
8.10 Variabel di dalam Interface 241
8.11 Interface Dapat Diturunkan Menjadi Interface Lain 242

Bab 9. Penjebakan Eksepsi 245
9.1 Apa Itu Eksepsi? 246
9.2 Tipe Eksepsi dalam Java 248
9.3 Menggunakan Kata Kunci try dan catch 250
9.4 Penjebakan Beberapa Tipe Eksepsi 254
9.5 Blok try Bersarang 258
9.6 Menggunakan Kata Kunci throw 260
9.7 Menggunakan Kata Kunci throws 263
9.8 Menggunakan Kata Kunci finally 266
9.9 Membuat Kelas Eksepsi Sendiri 268

Bab 10. Input dan Output 273
10.1 Dasar-dasar I/O 273
10.1.1 Pengertian Stream 274
10.1.2 Tipe Stream 274
10.1.2.1 Stream Byte 275
10.1.2.2 Stream Karakter 276
10.1.2.3 Stream yang Telah Terdefinisi 277
10.2 Melakukan Input 278
10.2.1 Membaca Input Data Karakter 279
10.2.2 Membaca Input Data String 280
10.2.3 Membaca Input Data Numerik 281
10.3 Menampilkan Output 283
10.4 Mengenal Kelas PrintWriter 284
10.5 Dasar-dasar Baca/Tulis File 286
10.6 Kelas dan Interface yang Berkaitan dengan I/O 291
10.7 Kelas File 292
10.7.1 Memperoleh Informasi File 294
10.7.2 Membuat File 295
10.7.3 Mengubah Nama File 296
10.7.4 Menghapus File 296
10.7.5 Menampilkan Daftar File dan Direktori 297
10.7.6 Membuat Direktori Baru 298

Bab 11. String dalam Java 299
11.1 Dalam Java, String adalah Objek 300
11.2 Membentuk Objek dari Kelas String 301
11.3 Operasi String 303
11.3.1 Menyambung String 303
11.3.2 Memahami Method toString() 306
11.3.3 Menentukan Huruf Besar/Kapital dan Huruf Kecil 308
11.4 Pengambilan Karakter dari Sebuah String 309
11.4.1 Method charAt() 310
11.4.2 Method getChars() 312
11.4.3 Method getBytes() 313
11.4.4 Method toCharArray() 314
11.5 Method-method Penting untuk Modifikasi String 315
11.5.1 Method trim() 315
11.5.2 Method substring() 316
11.5.3 Method replace() 317
11.5.4 Method concat() 318
11.6 Membandingkan Dua Buah String 318
11.6.1 Method equals() 319
11.6.2 Method equalsIgnoreCase() 320
11.6.3 Method startsWith() 321
11.6.4 Method endsWith() 322
11.6.5 Method regionMatches() 323
11.6.6 Method compareTo() dan compareToIgnoreCase() 324
11.6.7. Perbedaan Method equals() dengan Operator == 326
11.7 Pencarian String 328
11.8 Array dari Tipe String 330
11.9 Argumen pada Command-Line 330
11.10 Menggunakan Kelas StringBuffer 331
11.10.1 Perbedaan Method capacity() dan length() 333
11.10.2 Menentukan Kapasitas Buffer 333
11.10.3 Menentukan Lebar Karakter 335
11.10.4 Method charAt() dan setCharAt() 336
11.10.5 Method getChars() 338
11.10.6 Menambahkan Karakter atau Substring 338
11.10.7 Menyisipkan Karakter atau Substring 339
11.10.8 Menghapus Karakter atau Substring 340
11.10.9 Mengganti Karakter atau Substring 342
11.10.10 Membalik Posisi String 343
11.10.11 Menggunakan Method substring() 344

Bab 12. Thread 345
12.1 Multitasking dan Multithreading 345
12.2 Apa Itu Thread? 347
12.3 Thread Utama: Setiap Program Java Memiliki Thread 348
12.4 Membuat dan Menjalankan Thread 351
12.4.1 Cara I: Mengimplementasikan Interface Runnable 351
12.4.2 Cara II: Menurunkan Kelas Thread 354
12.4.3 Cara Mana yang Lebih Direkomendasikan? 355
12.5 Menghentikan Thread 356
12.6 Multiple Thread 358
12.7 Mengenal Method isAlive() dan join() 360
12.8 Menentukan Prioritas Thread 363
12.9 Sinkronisasi 366
12.9.1 Monitor/Lock 367
12.9.2 Method untuk Sinkronisasi 367
12.9.3 Blok untuk Sinkronisasi 370

Bab 13. Pembuatan GUI: Aplikasi Visual 373
13.1 AWT dan Swing 374
13.2 Mengapa Kita Tidak Menggunakan AWT? 374
13.3 Penanganan Kejadian (Event-Handling) 374
13.3.1 Mekanisme Event-Handling dalam Java 375
13.3.1.1 Event Source 378
13.3.1.2 Event Listener 379
13.3.2 Kelas-kelas Event 379
13.3.3 Objek-objek yang Dapat Membangkitkan Event 381
13.3.4 Interface-interface untuk Event Listener 381
13.4 Eksplorasi Komponen-komponen Swing 384
13.4.1 Tipe Container Tertinggi dalam Swing 384
13.4.1.1 Applet 384
13.4.1.2 Dialog 387
13.4.1.3 Frame 390
13.4.2 Komponen-komponen Kontrol Tingkat Dasar 392
13.4.2.1 Komponen JButton 393
13.4.2.2 Komponen JCheckBox 395
13.4.2.3 Komponen JRadioButton 397
13.4.2.4 Komponen JTextField 400
13.4.2.5 Komponen JTextArea 403
13.4.2.6 Komponen JComboBox 405
13.4.2.7 Komponen JList 409
13.4.3 Komponen-komponen Kontrol Tingkat Lanjut 412
13.4.3.1 Komponen JTabbedPane 412
13.4.3.2 Komponen JTree 416
13.4.3.3 Komponen JTable 420
13.4.4 Membuat Menu 423


Daftar Pustaka 427




Jumat, 23 Oktober 2009

PARADIGMA



Hari demi hari terus berjalan

Pergantian waktupun tidak dapat dielakan

Perubahan adalah sebuah realitas yang harus dihadapi

Sebagai konsekwensi logis atas akhir dari setiap langkah

Paradigma hidup merupakan acuan dalam melangkah

Sebagai barometer dalam menjalani hidup

Menuju sebuah wujud misteri

‘Cita-cita’


Perenungkan kembali tentang Paradigma hidup

Tentang cita-cita yang tergantung di angkasa

Katakanlah kamu bisa untuk meraihnya

Kamu bisa untuk menjalaninya

Gapailah semuanya